
Perusahaan pembuat game Angry Birds, mengaku sangat senang dengan perkembangan dari dunia startup di Indonesia.
“Saya saat ini sangat senang dengan perkembangan startup di dunia, termasuk di Indonesia,” ujar Peter Vesterbacka, CEO dari Rovio, perusahaan pembuat game Angry Birds, di sela acara peluncuran layanan XL Blaast, Selasa (24/1/2012).
Peter mengatakan bahwa dalam membangun startup jangan pernah mengharapkan kesuksesan instan.
“Saya saja di Rovio sebelum Angry Birds sukses besar, sudah terlebih dahulu membuat 51 aplikasi. Kami pun dulu juga merupakan sebuah startup,” paparnya.
“Di Finlandia saat ini juga sedang terjadi ledakan perkembangan startup,” tambah pria yang dijuluki The Mighty Eagle: Angry Birds’ tersebut. Peter menyimpulkan bahwa diperlukan bagi para startup, ambisi dan semangat yang tinggi dalam mewujudkan impian mereka. [mdr]
Dan menurut laporan dari New York Times, Rovio, perusahaan pembuat game Angry Birds dikabarkan telah menolak tawaran besar dari Zynga.
Seperti yang dikutip dari TechCrunch, Rovio menolak tawaran pembelian dari perusahaan pembuat game Zynga sebesar US$2,25 juta(Rp18 miliaran) pada musim panas tahun ini. Wow
Laporan yang masih belum dikonfirmasi oleh kedua perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa Zynga sebelumnya juga gagal untuk membeli PopCap Games dengan tawaran sebesar US$950 juta.
Rovio saat ini pun sudah cukup mendominasi game mobile di seluruh dunia. Begitu pula Zynga melalui game-game sosialnya yang sudah cukup sukses di Facebook.
Alasan mengapa mereka menolak tawaran Zynga yang besar tersebut juga belum diumumkan. [mor]
sumber inilah. com



